Efek farmakologis dari akar valerian dihasilkan oleh interaksi kompleks berbagai senyawa aktif di dalamnya, antara lain:
-
Asam Valerenat (Valerenic Acid) dan Asam Isovalerenat: Dua senyawa utama yang bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk memberikan efek relaksasi.
-
Valepotriates: Senyawa ester yang memiliki efek menenangkan, meskipun sifatnya cenderung tidak stabil.
-
GABA (Gamma-Aminobutyric Acid): Valerian membantu menghambat pemecahan asam GABA di otak, neurotransmiter yang berfungsi meredakan aktivitas saraf.
-
Flavonoid (termasuk Linarin dan Hesperidin): Berperan sebagai antioksidan sekaligus mendukung efek sedatif (pemberi rasa tenang) dan tidur nyenyak.
-
Minyak Atsiri: Memberikan aroma khas dan membantu mengurangi ketegangan otot.